31.3.11

Puncak Carstensz Pyramid


 
 Puncak Carstensz Pyramid atau Puncak Jaya Kusuma (4.884/16.024 ft) adalah satu dari tujuh puncak tertinggi (seven summit) yang ada di dunia. Saya menempatkannya pada urutan pertama dalam -Daftar Tempat Yang Ingin Didatangi Sebelum Mati-(kategori gunung)- tentu saja karena letaknya di negeri sendiri. Buat apa yang jauh bila ada yang dekat. Meski ada tanggapan yang mengatakan “buat apa mendaki puncak tertinggi bila yang terhitung puncak rendah di negeri sendiri saja belum pernah didaki”. Tak apalah, pun ini cuma masalah waktu yang belum eksis. Maksudnya biar waktu saja yang mengatur kapan dan rencana yang mana lebih dulu terealisasi. Bagaimanapun, saya adalah penikmat “ke-tinggi-an”, makanya ada keinginan yang terlewat tinggi.

***

Tempat-Tempat Yg “Ingin” Didatangi Sebelum Mati !!

7 Summit (7 Puncak Dunia)

1. Puncak Carstensz Pyramid / Puncak Jaya (4,884 m/16,024 ft)
(Pegunungan Jaya Wijaya, Irian Jaya-Indonesia)
2. Puncak Vinson Massif (4,892 m/16,050 ft) (Antarctika)
3. Puncak Elbrus (5,642 m/18,510 ft) (Eropa)
4. Puncak Kilimanjaro (5,893 m/19,334 ft) ( Kenya-Afrika)
5. Puncak McKinley (6,198 m/20,335 ft) (Amerika Utara)
6. Puncak Aconcagua (6,962 m/22,841 ft) (Amerika Selatan)
7. Puncak Everest (8,848 m/29,029 ft) (Pegunungan Himalaya-Asia)

Big, Longer, Deepest

1. Gua Mammoth (590 km; beberapa data mengatakan 571,317 km, 316,620 km)-Kentucky, AS
2. Gua Krubera-Voronja “gua gagak” (2.191 m; beberapa data mengatakan 2.080m)-Peg.
Kaukasus di Georgia Barat, AS.
3. Gua Hang Son Doong “gua sungai gunung” (6.000.000m x 90m x 200m)-Taman Nasional
Phong Nha-Ke Bang, Pegunungan Annamite, Vietnam.
4. Gua Rusa (2.000.000m x 150m x 120m {panjang x lebar x tinggi}-Taman Nasional Gunung
Mulu, Borneo, Malaysia.
5. Gua Pierre Saint Martin (1.332m)-Perancis
6. Gua Luse (volume chamber 50.000.000m3)-Papua New Guinea
7. Gua Nasib Bagus (12.000.000m3)- Taman Nasional Gunung Mulu, Borneo, Malaysia.

Tour (Dive; WaterFall; Museum)

Dive

1. Labuan Bajo, Flores-NTT
2. Berau, KalTim
3. Wakatobi, SulTra
4. Takabonerate, Selayar
5. Raja Ampat, Papua
6. Bunaken, Manado-SulUt

WaterFall

1. Aripuana, Brazil (Water Fall)
2.

Museum / World Herritage


1. Museum Picasso, Montcada-Spanyol (Museum)
2.

"..............................."

"..kau mungkin tak tahu sakitku

cinta telah menembak dengan sembunyi

menghadapinya sendiri

sama saja bunuh diri

aku takut akan sepi

darahku sudah diracuni

kau harus mencumbuku

biar rindu itu terobati

bernyanyi untukmu

sama halnya aku melihat kejora

atau

serasa sedang bersebelah dengan purnama

jikalau kau tinggal aku sendiri

dalam sepi dengan rindu menggebu

layaknya aku, adalah bumi tanpa mentari.."

12.3.11

Kisah Ekspedisi Mark Jenkins dalam artikel “Menaklukkan Sebuah Gua Tak Berujung”

(National Geographic Indonesia edisi Januari 2011)

Mark Jenkins, Carsten Peter sang fotografer dan seorang Inggris, Jonathan Sims bersama tujuh penjelajah gua Inggris militan, juga beberapa ilmuwan, dan serombongan kuli melakukan ekspedisi Hang Son Doong, atau "gua sungai gunung", sebuah daerah terpencil di Vietnam tengah yang tersembunyi di dalam Taman Nasional Phong Nha-Ke Bang yang liar di dekat perbatasan dengan Laos. Gua itu merupakan bagian dari jaringan 150 atau lebih gua, banyak di antaranya yang belum dijelajahi, di Pegunungan Annamite. Bagi Sims, ini adalah untuk kedua kalinya dia melakukan ekspedisi setelah setahun yang lalu di musim semi 2009, dia bersama rekan-rekan timnya hanya mampu menjelajahi Hang Son Doong sepanjang empat kilometer sebelum dinding kalsit berlumpur setinggi 60 meter menghentikan langkah mereka. ‘Tembok Besar Vietnam’ begitu mereka menyebutnya. Mark Jenkins dan Jonathan Sims, berdua telah menyeberangi sungai bawah tanah Rao Thuong yang bergemuruh dengan menggunakan tali dan mendaki bilah dinding batu kapur setinggi 6 meter hingga mencapai tumpukan pasir. Setelah Sims mengalami nyeri pada pergelangan kakinya, Jenkins melanjutkan perjalanannya sendiri. Tiba-tiba jalur di depannya menghilang oleh reruntuhan batu dari langit-langit gua yang menghempas ke lantai gua. Ketika dia mendongakkan kepalanya, cahaya lampu helmnya tertelan oleh tinggi gua, seolah menatap langit malam tanpa bintang. Ditempat dia berpijak, adalah ruangan yang cukup untuk memarkir sebuah pesawat Boeing 747. Setelah berjalan dengan hati-hati, terdorong oleh rasa penasaran yang bergairah akhirnya dia mendapati soroton sinar matahari dari lubang di langit-langit gua yang luar biasa lebarnya. Setidaknya lubang pada langit-langit gua itu memiliki diameter 90 meter. Sebuah dimensi yang sangat mengejutkan dari Hang Son Doong. Mark Jenkins memaparkan bahwa di dalam gua tersebut memiliki ruang gua yang mungkin memiliki lebar 90 meter, langit-langit setinggi hampir 240 meter: ruangan yang cukup besar untuk menempatkan seluruh blok New York City yang terdiri dari sejumlah bangunan setinggi 40 lantai. Ketika Jonathan Sims menyusul kemudian, gua yang diterangi matahari di depan berdiri sebuah stalagmit yang dari samping menyerupai cakar anjing.

***

Dua dekade sebelumnya, ekspedisi pertama dipimpin oleh Howard Limbert dan istrinya, Deb, menjadi penelusur gua pertama yang mengunjungi Vietnam sejak tahun 1970-an. Saat itu, gua-gua di negara ini cukup legendaris tapi belum pernah ditelusuri. Pada 1941, Ho Chi Minh telah merencanakan revolusi melawan Jepang dan Prancis di Gua Pac Bo, sebelah utara Hanoi, dan selama Perang Vietnam ribuan warga Vietnam bersembunyi dari serangan bom Amerika di dalam gua-gua ini.

Pasangan Limbert, penjelajah gua berpengalaman dari lembah Yorkshire di Inggris utara, menghubungi University of Science di Hanoi untuk memperoleh izin melakukan sebuah ekspedisi pada tahun 1990. Sejak saat itu mereka telah melakukan 13 ekspedisi, tidak hanya menemukan salah satu gua dengan sungai terpanjang di dunia—Hang Khe Ry sepanjang 19 kilometer, tidak jauh dari Hang Son Doong. "Kami hanya baru menemukan permukaannya saja, " kata Howard tentang taman nasional, yang diangkat menjadi situs Warisan Dunia pada tahun 2003 berkat hutan dan gua-guanya. Fokus utama dalam ekspedisi ini adalah melakukan eksplorasi bagian-bagian gua, setidaknya ini dapat membantu para ilmuwan yang tertarik untuk meneliti tempat ini di kemudian hari. Untuk penjelajah gua seperti pasangan Limbert, menemukan sebuah gua sebesar Hang Son Doong bagaikan menemukan Gunung Everest di bawah tanah yang belum pernah diketahui sebelumnya.

Ketika Howard dan Deb pertama kali melihat ruangan raksasa ini, mereka merasa yakin telah menemukan gua terbesar di seluruh dunia—dan mereka mungkin benar. Masih ada gua yang lebih panjang dibandingkan Hang Son Doong sistem Gua Mammoth di Kentucky, dengan panjang 590 kilometer, yang memegang rekor itu. Ada gua-gua yang jauh lebih dalam - Krubera-Voronja, "gua gagak," dengan kedalaman 2.191 meter di Pegunungan Kaukasus di Georgia barat. Namun untuk gua raksasa, tidak banyak yang bisa dibandingkan dengannya. Pada saat penemuan Hang Son Doong oleh pasangan Limbert, gua terbesar saat itu adalah Gua Rusa di Taman Nasional Gunung Mulu Borneo Malaysia, yang baru-baru ini diukur memiliki panjang dua kilometer, lebar 150 meter, dan ketinggian 120 meter. Namun akhirnya para penjelajah menyimpulkan, dengan menggunakan instrumen laser yang akurat, Hang Son Doong, lebih panjang 4 kilometer dengan serangkaian lorong yang memiliki lebar 90 meter dan, serta di beberapa tempat, memiliki ketinggian hampir 200 meter.

***

Demi melanjutkan ekspedisi, mereka mengirim tim pendahulu menuju “Tembok Besar Vietnam”, untuk melihat apakah ada jalan yang bisa dilalui. Dinding lumpur, menjulang 12 meter di kedua sisi. Para penjelajah gua menamakan bagian ini “Passchendaele”.

Memanjat dinding lumpur setinggi 60 meter mengandung resiko teknis yang besar sehingga membutuhkan orang yang benar-benar gila untuk melakukannya. Gareth "Sweeny” Sewell dan Howard Clarke terpilih sebagai tim pendahulu. Kedua orang itu telah bersama-sama menjelajah gua selama 20 tahun lamanya di dalam sejumlah lubang yang paling berbahaya di Inggris. Setelah dua hari merayapi dinding tersebut, akhirnya mereka tiba di puncak “Tembok Besar Vietnam”. Pengukuran yang dilakukan di puncak dinding menunjukkan bahwa jarak dari
dasar Passchendaele ke langit-langit hampir 200 meter tingginya.

Tidak jauh dari situ, Clarke, menemukan sebaran mutiara gua di sebuah kolam kering. Mutiara gua terbentuk akibat setetes air dari langit-langit menghantam lantai batu kapur dan memecahnya menjadi butiran-butiran kecil. Butiran ini bertubrukan di dalam cangkir kecil batu setiap kali setetes air menghantamnya. Setelah proses selama ribuan tahun, terciptalah mutiara kalsit berbentuk hampir bulat sempurna. Mutiara gua cukup langka dan di kebanyakan gua berukuran tidak lebih besar dari kelereng. Mutiara gua di dalam gua ini sebesar ukuran bola baseball, lebih besar dari mutiara mana pun yang pernah dilihat penjelajah gua lainnya. (ukuran mutiara yang luar biasa ini mungkin disebabkan karena jarak jatuh air dari langit-langit yang sangat tinggi.)

Setelah akhirnya menemukan ujung Hang Son Doong, mereka sadar baru saja menyelesaikan penjelajahan pertama melalui lorong yang mungkin menjadi gua terbesar di seluruh dunia.

Galeri Foto

7.3.11

Hujan (biar mimpi bercerita)

sambungan dari ..

Hari semakin larut, ku memutuskan untuk membuat segelas kopi susu untuk menemaniku bersahabat dengan penyakit insomnia yang sudah beberapa tahun ini aku idap. Ku nyalakan laptop, menyusun list lagu yang juga akan menemaniku melewati separuh malam. Buku –Norman Edwin ; catatan sahabat sang alam karangan Rudi Badil ku pilih serta bersanding denganku malam itu.

Kubakar sebatang rokok untuk yang kesekian kali. Tik..tik..tik..tik..tikkkkk kemudian menjadi semakin gemuruh .. di luar sedang hujan ..lagi


Dia pun meraih tanganku .. menggenggamnya erat lalu berkata

“ aku akan setia menemani hingga berhasil menggapai citamu” ..

“Aku masih harus belajar banyak, untuk pencarianku, juga demi kebaikanmu, sudikah kamu tetap membawaku?” ..

“Aku tidak ingin perjalananmu terganggu bila terus bersamaku ..”

“aku malah berpikir sebaliknya. Sekarang, alur rotasi menjadi lebih cepat ..dan, kamu tahu..itu karenamu...”

Sepertinya sebuah solusi, tapi kebimbangan buat ku ..tolong sambil ajari aku ..

Aku mengiyakan kemauannya., ku minta dia bersiap diri, dan dia mengangguk. “Teruslah belajar, tapi baiknya selalu didampingi oleh seseorang yang benar-benar mengerti akan arti sebuah pembelajaran. Jangan sendirian dalam pencarianmu, biar jika nanti kau mengambil langkah yang salah, ada seseorang yang membantumu menjadi benar kembali. Tapi bila kau rasa mampu, berusahalah.”

Dia cuma tersenyum. Dia menggenggam tangannya ..

Dia mampu membaca inginku memintanya terus bersama ..adalah juga nyanyian yang ia alunkan sepanjang perjalanan ..


Sudah hampir subuh. pukul 03.10. Di luar masih hujan. Mungkin karena keasyikan membaca aku tidak lagi menyadari kopi susu yang tadi kubuat sudah habis setengah. “Sebatang rokok lagi” baru aku benar-benar harus beristirahat. Kututup buku bacaan lalu mengambil gelas kopi yang sudah dingin, lalu beranjak ke teras rumah. Menyaksikan hujan di tengah malam sebenarnya hal yang paling aku sukai, suara yang ditimbulkannya tentram walau gemuruh. Selalu mengajakku bepergian, berhayal melintasi waktu.


Akupun menarik tangannya. “ayo, kita tempuhi bersama”. Kembali kami langkahkan kaki dengan cita-cita dalam kepalan tangan ..


Udara dingin menyerang .. anginnya cukup untuk membuatku merasa lemas esok hari .. diikuti flu ringan selama beberapa hari .. ku putuskan untuk masuk dan segera beristirahat ..


Beberapa bulan berlalu, tak ada keluh darinya. Aku selalu berharap ada seekor burung kirik-kirik yang dia panggil untuk menemaninya bernyanyi. Mungkin sepucuk surat tulisan tangannya, berisikan puisi akan dia beri saat nanti kami beristirahat sejenak. Sepertinya aku terlalu berharap bahwa dia akan memikirkanku dengan cara seperti itu. Alih-alih berpikir ke sana, aku juga selalu memimpikan akan dibawa ke istana langitnya lalu kembali menemaniku di perjalanan sambil bertukar cerita, sambil bernyanyi ..

Hujan (biar mimpi bercerita)

sambungan dari ..


Tak lama berselang tidurku, terdengar kumandang azan maghrib bersahutan. Ibuku mengetuk pintu kamar sembari mengingatkan waktu. Kuatur alunan napas sebelum bergegas membersihkan tubuhku dari peluh dan lalu setelahnya meluluskan satu tugas duniawi ..


Dalam perjalanan, ku bertemu seorang perempuan cantik, dia mengenakan mahkota bak putri keraton juga selendang terbuat dari sutera yang melingkar di lehernya, dia memperlihatkan tatapan dan senyuman yang sungguh menggoda, di bawah sebuah pohon cemara dia duduk melantunkan sepotong nyanyian .. yang seakan berlomba dengan beberapa burung kirik-kirik yang sedang beristirahat di pucuk-pucuk pohon cemara ..


“..everytime you touch me ..i become a hero ..

And make it sad no matter where you are .. "'


Saya terheran. Karena setahuku burung jenis kirik-kirik ini cuma ada di belahan Benua Eropa. Jenis burung yang sering berpindah tempat secara berkelompok untuk menghindari musim dingin.

Ketika ia selesai bernyanyi, dia pun mempersilahkan burung-burung tadi kembali menjalankan tugasnya “pergilah melukis langit !” serunya .. .. Aku pun memberanikan diri mendekatinya .. Tapi sebelum saya sempat memperkenalkan diri, bergegas ia menyambutku dengan tangannya sebagai salam perkenalan .. katanya dia titisan dari sebuah negeri langit untuk menemani selama perjalananku mengejar cita ..


Di teras rumah, kurenungkan apa yang baru saja diceritakan mimpi. Di luar masih mendung, hanya ada beberapa titik bintang yang mau menghiasi langit malam itu . Di luar sedang sepi, sesekali para penjual keliling bersepeda dan gerobak melintas menjajakan jualannya ..


“mas!!” memanggil salah satunya ..

“kasi’ ka bakso ta’ satu mangkuk nah” .. ku mencoba berbagi rezeki dengan salah seorang penjual bakso yang mengadu nasib ..


Sambil menunggu, ku cermati legam bahu yang tak pernah lelah .. kerut wajah yang membekas .. urat lengan yang bermunculan karena kerja keras ..


Perjalananku pun tak terasa sudah sangat jauh .. ku tak ingin berlari biar sampai lebih cepat ..

Ku tak perlu menghitung waktu, yang ku tahu sudah sangat jauh ku berlari ..

Yang pada saatnya, aku yakin pasti tiba di sana .. puncak gunung seribu cita ..

Hari-hari terlewati bersamanya .. sesaat,, dia yang menemaniku terlihat sedikit lelah dalam perjalanan .. dia pun memutuskan untuk beristirahat sejenak, mencoba berunding dengan akal sehatnya .. mampukah terus mendampingiku selama dalam perjalanan? mungkin sebaris nasehat muncul dalam benaknya ..